Tanda Khusus dan Tanda Peringatan

Pernahkah kita mengamati hal yang tercantum dalam kemasan obat? Umumnya sebelum kita membeli obat, kita selalu mencermati terlebih dahulu keterangan yang tercantum dalam kemasan. Karena dari kemasan tersebut kita akan mendapatkan berbagai informasi seperti komposisi, indikasi, aturan pakai, efek samping, kontra indikasi, peringatan dan perhatian, cara penyimpanan. Selain itu juga kita dapat mengetahui asal obat diproduksi, nomor registrasi, nomor batch, tanggal produksi, dan tanggal kadaluarsa.

Bila kita amati dengan seksama, sering kita menjumpai tanda khusus maupun peringatan yang tertera dalam kemasan yang umumnya terletak pada . Tanda khusus tersebut berupa lingkaran hitam dengan diameter tertentu. Bila warna lingkarannya hijau dengan garis tepi hitam menandakan bahwa obat tersebut dikategorikan sebagai obat bebas. Obat bebas adalah obat yang dapat diperoleh secara bebas-tanpa resep dokter-dan dapat dibeli di apotek, toko obat, atau toko biasa. Contoh obat bebas : antasida, paracetamol, oralit. Ada pula tanda dengan warna lingkaran biru tua bergaris tepi hitam, yang merupakan tanda untuk obat bebas terbatas. Obat bebas terbatas dapat diperoleh tanpa resep dokter di apotek dan toko obat terdaftar. Mextril, paramex merupakan beberapa contoh obat bebas terbatas. Oleh karena dalam komposisi obat terdapat zat/bahan yang relatif toksik jika digunakan dalam jumlah berlebih, maka pada wadah atau kemasan harus tercantum Tanda Peringatan (P1 – P6). Tanda peringatan tersebut berwarna hitam dengan ukuran disesuaikan dengan kemasannya dan diberi tulisan peringatan dengan huruf berwarna putih. Sesuai dengan golongan obatnya, tanda P atau peringatan ini berupa :

  • P1   :   Awas ! Obat Keras ! Baca aturan pakainya.  Contoh : paramex
  • P2   :   Awas ! Obat Keras ! Hanya untuk kumur. Jangan ditelan. Contoh : Listerine, Betadine Gargle.
  • P3   :   Awas ! Obat Keras ! Hanya untuk bagian luar badan. Contoh : Betadin
  • P4   :   Awas ! Obat Keras ! Hanya untuk dibakar.
  • P5   :   Awas ! Obat Keras ! Tidak boleh ditelan. Contoh : Nebacetin powder.
  • P6   :   Awas ! Obat Keras ! Obat wasir, tidak ditelan. Contoh : Anusol suppositoria.

Sedangkan untuk obat keras, ditandai dengan warna lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan huruf K berwarna hitam di dalam lingkaran. Obat keras tidak boleh diperoleh secara bebas, hanya boleh diserahkan kepada seseorang dengan resep dokter. Salah satu contoh obat keras yaitu betametason salep.

Penandaan ini akan membantu kita mengetahui termasuk dalam golongan yang manakah obat yang akan kita konsumsi.

About Aku Farmasis
A Hospital Staff at Department of Pharmacy, Dr. Saiful Anwar Hospital (RSSA), Malang – Indonesia (2008-present) : • A Secretary of Clinical Pharmacist Team in Antimicrobial Resistance Control Program (2009-present) • Pharmacist at Division of Infection, Department of Pediatrics ( February 2010-present) • Pharmacist at Obstetric Ward, Department of Obstetric and Gynecology (2009-January 2010) • Pharmacist at Division of Infection, Department of Pediatrics (2008-2009) Involved in DFID-DelPHE project (Department for International Development-Development of Partnership in Higher Education), between Faculty of Medicine Brawijaya University (Indonesia) and School of Pharmacy University of London (UK): Clinical Pharmacy Service Development for the Poorer Patients. A Quality Assurance Staff at PT. Ifars Pharm. Lab, Solo (2007) A Junior Pharmacist at Apotek Srii, Sidoarjo (2006)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: