Varicella

“Lho..ada apa nih dengan wajahku? Jangan-jangan kena varicella nih..”, begitu batinku ketika saya sedang bercermin. Sesampainya di kos, saya pastikan bahwa saya benar-benar terkena varicella dan ujung-ujungnya harus mengkonsumsi acyclovir.

Esok paginya (8 sept 2008), saya periksa ke poliklinik setelah menyempatkan visite ke pasien-pasienku. Dokter di poliklinik karyawan mendiagnosa saya positif kena varicella. Berhubung tidak disertai demam dan rasa gatal, akhirnya saya dirujuk ke bagian kulit. Dokter kulitnya pun juga mendiagnosa varicella dan melarang saya masuk kerja untuk menghindari penularan atau spread of germs. Dokternya sempat heran kok bisa nggak demam dan nggak gatal, padahal biasanya demam dan rasa gatal selalu menyertai varicella. Mungkin ambang panas dan rasa gatal sayaterlalu tinggi ya sampai nggak merasa kalau demam atau gatal. 3 hari sebelum vesicles muncul, saya merasa lemas saja. Eh..lha kok kena varicella pas acara halal bihalal..batal deh ikut.

Dokternya juga tanya kok bisa saya kena varicella, apa ada saudara/teman yang kena? Saya mengatakan bahwa 2 minggu yang lalu (21 Sept 2008), saya kebanjiran pasien KLB keracunan es buah, yang salah satunya juga mengidap varicella. Waktu yang cukup untuk inkubasi virusnya. Selain itu, beberapa waktu sebelumnya saya telah berulang kali terpapar virus varicella dari pasien-pasienku tapi masih kebal.

Dasar Apoteker, begitu tahu sakitnya apa dan obat yang harus diminum, langsung nawar ke dokternya apa ada obat selain acyclovir, karena sudah tergambar jelas apa yang harus saya lakukan. Dokternya sampai mengatakan “Diminum lho ya obatnya, 5 x 800 mg. Minum paracetamol kalo panas. Diberi bedak kalo gatal & mencegah pecahnya vesikel” dan memberiku surat ijin tidak masuk selama 3 hari. Tapi saya hanya cengar-cengir, hehehe….

Akhirnya saya putuskan untuk pulang ke Surabaya agar benar-benar bisa istirahat. Selama di rumah, saya kombinasikan terapi Acyclovir dengan pengobatan tradisional., parutan jagung muda yang dibalurkan ke vesicles untuk mencegah pecahnya vesikel dan timbulnya bekas krusta/keropeng, nangka untuk mempercepat proses pengeringan vesikel dan air asem untuk mendinginkan badan. Ternyata mujarab banget lho… vesikel mengering dalam waktu kurang dari seminggu.

Lagi enak-enaknya bedrest, lha kok senior saya menagih case report.. Untungnya saya bawa data-data untuk menyusun case report dan segera menyusunnya. CITO!!!

Sekedar informasi.

Varicella (chickenpox) atau Cacar Air alias Cangkrang, disebabkan oleh virus varicella-zoster (human herpes virus type 3). Penyakit ini sangat infeksius (sangat mudah menular), ditularkan melalui infeksi droplet lewat udara. Menular sejak 48 jam sebelum lesi kulit pertama kali muncul hingga semua lesi mengering. Masa inkubasi sekitar 10-21 hari.

Jadi menjauhlah bila menjumpai orang yang terkena varicella agar tidak tertular. Ibu hamil juga harus stay away.

Gejala yang timbul berupa demam, ruam, dan malaise/lemas. Lesi kulit meliputi maculopapules, vesicles dan scab.

Pengobatannya dengan oral Acyclovir 4-5 kali 800 mg per hari selama 5-7 hari untuk dewasa dan 4 kali 20 mg/kgBB per hari (max. 800 mg) selama 5 hari untuk anak-anak. Sebagai supporting therapy, dapat menggunakan bedak atau parutan jagung muda yang dibalurkan ke vesicles.

Acyclovir

Merupakan obat antivirus analog asiklik dari deoksiguanosin. Mekanisme kerja dengan cara katalitik terhadap enzim timidin kinase virus herpes yang khas, yang terikat lebih kuat ± 200x dibanding pada enzim sel.

Acyclovir diubah menjadi bentuk monofosfat dan selanjutnya diaktifkan menjadi bentuk trifosfat oleh enzim kinase sel yang dapat menghambat aktivitas enzim DNA polimerase virus melalui kompetisi dengan deoksiguanosin trifosfat dan kemudian bergabung dengan DNA sehingga menyebabkan berhentinya pembentukan rantai karena kekurangan gugus 3’-OH ujung yang diperlukan untuk perpanjangan rantai.

About Aku Farmasis
A Hospital Staff at Department of Pharmacy, Dr. Saiful Anwar Hospital (RSSA), Malang – Indonesia (2008-present) : • A Secretary of Clinical Pharmacist Team in Antimicrobial Resistance Control Program (2009-present) • Pharmacist at Division of Infection, Department of Pediatrics ( February 2010-present) • Pharmacist at Obstetric Ward, Department of Obstetric and Gynecology (2009-January 2010) • Pharmacist at Division of Infection, Department of Pediatrics (2008-2009) Involved in DFID-DelPHE project (Department for International Development-Development of Partnership in Higher Education), between Faculty of Medicine Brawijaya University (Indonesia) and School of Pharmacy University of London (UK): Clinical Pharmacy Service Development for the Poorer Patients. A Quality Assurance Staff at PT. Ifars Pharm. Lab, Solo (2007) A Junior Pharmacist at Apotek Srii, Sidoarjo (2006)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: